Selasa, 05 November 2013

Tugas Proposal


PROPOSAL


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR BERSIH MELALUI KOLAM PENGUMPUL AIR HUJAN

Bidang Kegiatan:
PKM-GT


Diusulkan Oleh:
ABIYANTO GUSTORINO  40112056 / 2013



UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2013






HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM- GT
1.      Jenis Kegiatan             :  PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR BERSIH
          MELALUI KOLAM PENGUMPUL AIR HUJAN
2.      Bidang Kegiatan         :  (    ) PKM-AI                       ( ) PKM-GT
                                              (    ) PKM-P                         (    ) PKM-M
                                              (    ) PKM-K                         (    ) PKM-T
3.      Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama lengkap                                :  Abiyanto Gustorino
b. NPM                                              :  40112056
c. Jurusan                                           :  Teknik Komputer
d. Universitas/Institut/Politeknik       :  Universitas Gunadarma
e. Alamat Rumah dan telp                  :  Pondok Hijau Permai
                                                               Blok H7 no. 3 
                                                               Kel. Pengasinan  Kec. Rawalumbu
                                                               Bekasi / +6281807702266
f. Alamat email                                   :  Abiyantogustorino@gmail.com
4.      Anggota Pelaksana Kegiatan                    :  
5.      Dosen Pendamping    
a. Nama lengkap dan gelar                 : Hanum Putri Permatasari, ST., MMSI




Bekasi, 5 Nopember 2013   


 
Menyetujui :
Ketua Jurusan                                                                         Ketua Pelaksana



(Raden Supriyanto, DR MSC)                                                (Abiyanto Gustorino)
                                                                            


Dosen Pendamping



(Hanum Putri Permatasari, ST., MMSI)







KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan YME, berkat rahmat dan anugerahnya, penulis dapat menyelesaikan penulisan Program Kreativitas Mahasiswa - Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang berjudul “ PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR BERSIH MELALUI KOLAM PENGUMPUL AIR HUJAN ” dengan baik walau ada sedikit  halangan yang melintang. Tulisan ini disusun sebagai usulan PKM-GT tahun 2013. Selesainya penulisan PKM-GT ini adalah berkat dukungan dari semua pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:
  1. Ibu Hanum Putri Permatasari, ST., MMSI selaku dosen pembimbing yang membimbing dan memberikan arahan kepada penulis.
  2. Orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan dan do’anya.
  3. Segenap pihak yang telah ikut andil dalam proses penyelesaian penelitian ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Dengan sepenuh hati penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak memiliki kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat dan sumbangan ilmiah yang sebesar-besarnya bagi penulis dan pembaca.






Bekasi, 5 Nopember 2013


Penulis







  



PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR BERSIH MELALUI KOLAM PENGUMPUL AIR HUJAN




PENDAHULUAN

PENGERTIAN
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil).
Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup, hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. Di kawasan pegunungan, hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. Di sisi bawah angin pegunungan, iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringan massa udara. Pergerakan truf monsun, atau zona konvergensi intertropis, membawa musim hujan ke iklim sabana. Hujan adalah sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem, juga air untuk pembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca.





LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Masyarakat berperan serta, baik secara perseorangan maupun terorganisasi dalam segala bentuk dan tahapan pembangunan kesehatan dalam rangka membantu mempercepat pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Peran serta mencakup keikutsertaan secara aktif dan kreatif (UU Kesehatan RI, 2009).
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sekitar tiga perempat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorang pun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air, selain itu air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi dan membersihkan kotoran yang ada sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan laian-lain. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air.
Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat penyediaan air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata-rata kebutuhan air setiap individu perhari berkisar antara 150-200 liter/hari atau 35-45 galon/hari.
Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standart kehidupan dan kebiasaan masyarakat (Budiman Chandra, 2006).
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan terutama penyakit perut, seperti yang telah kita ketahui penyakit perut adalah penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia (Sutrisno, 2006).
Air angkasa atau air hujan merupakan sumber utama air di bumi, walau pada saat presipitasi merupakan air yang paling bersih. Air tersebut cenderung mengalami pencemaran ketika berada di atmosfir yang disebabkan oleh partikel debu, mikroorganisme dan gas (Budiman Chandra, 2006).
Dalam keadaan murni, air hujan sangatlah bersih, tetapi karena adanya pengotoran udara yang disebabkan kotoran-kotoran industri atau debu dan lainnya, maka untuk mejadikan air hujan sebagi sumber air minum hendaknya tidak menampung air hujan pada saat hujan pertama kali turun. Karena masih mengandung kotoran (Sutrisno, 2006).
Selain itu, air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun pada bak-bak penampung sehingga hal ini mempercepat terjadinya korosi atau karat. Selain itu air hujan juga bersifat lunak sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun (Sutrisno, 2006). 


PERUMUSAN MASALAH
Semakin meningkatnya kebutuhan air bersih dimasyarakat yang tidak dibarengi dengan ketersediaannya air bersih merupakan masalah yang sangat krusial untuk keberlangsungan hidup manusia. Hal tersebut akan mengganggu jalannya berbagai aktifitas manusia. Padahal secara iklim Indonesia termasuk Negara dengan curah hujan tinggi. Salah satu faktor yang menjadi penekanan dalam permaslahan ini adalah pengelolaan dan pengolahan air hujan yang belum maksimal, maka rumusan permaslahan yang coba akan diselesaikan adalah :
a.       Bagaimanakah cara pengolahan dan pemanfaatan air hujan melalui teknologi Kolam Pengumpul Air Hujan?
b.       Bagaimanakah cara menjadikan teknologi Pengumpul Air Hujan sebagai suatu cara untuk menjaga ketersediaan air bersih?



            TUJUAN PROGRAM
a.       Membuat sistem pengolahan dan pemanfaatan air hujan dengan sistem penampungan air hujan melalui teknologi Pengumpul Air Hujan.
b.      Memberikan salah satu upaya antisipasi terhadap masalah kekurangan air bersih di masyarakat dengan teknologi Pengumpul Air Hujan.
c.       Turut berperan aktif dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi mayarakat melalui tindakan nyata dengan terjun ke lapangan.
d.      Memberdayakan masyarakat dengan memberikan pengetahuan tentang teknologi Pengumpul Air Hujan mewujudkan masyarakat yang mandiri dan tanggap terhadap permaslahan.



LUARAN YANG DIHARAPKAN
a.       Terciptanya suatu sistem  alat untuk mengolah dan memanfaatkan air hujan dengan teknologi Pengumpul Air Hujan.
b.      Tersedianya air bersih hasil pengolahan teknologi Pengumpul Air Hujan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagi kebutuhan hidup masyarakat.
c.       Terbentuknya masyarakat yang memiliki kesadaran dan tanggap terhadap permaslahan yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.



KEGUNAAN PROGRAM
a.       Membantu pemenuhan ketersediaan air bersih masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup.
b.      Masyarakat mendapat pengetahuan tentang cara mengolah dan memanfaatkan air hujan dengan teknologi Pengumpul Air Hujan.
c.       Meningkatkan kepedulian dan kegiatan positif di masyarakat dengan adanya pemanfaatan air hujan dengan teknologi Pengumpul Air Hujan.
d.      Adanya peran serta mahasiswa sebagai bentuk realisasi dari tri darma perguruan tinggi dalam hal pengabdian pada masyarakat.



GAGASAN
Tata Cara Pembuatan Kolam Pengumpul Air Hujan
  1. Kolam Pengumpul Air Hujan di atas Permukaan Tanah



Cara ini diperuntukkan bagi lokasi yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Muka air tanah dangkal < 1 m;
  2. Jenis tanah yang mempunyai kapasitas infiltrasi rendah seperti lempung dan liat; atau
  3. Kawasan karst, rawa, dan/atau gambut.
Konstruksi
  1. Membuat saluran air dari talang bangunan (dengan bahan PVC) ke dalam kolam pengumpul air hujan;
  2. Membuat kolam pengumpul air hujan dari beton, batu bata,  tanah liat atau bak fiber/aluminium, dilengkapi dengan  saluran pelimpasan keluar dari kolam pengumpul air hujan; dan
  3. Membuat penutup kolam pengumpul air hujan.
Pemeliharaan
  1. Membersihkan talang dan saluran air dari kotoran seperti ranting, dedaunan agar tidak tersumbat; dan/atau
  2. Melakukan analisis laboratorium untuk mengetahui kualitas air di dalam kolam pengumpul air (bila perlu).

  1. Kolam Pengumpul Air Hujan di bawah Permukaan Tanah
  
Cara ini diperuntukkan bagi lokasi yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Daerah bebas banjir;
  2. Muka air tanah dangkal > 2 m;
  3. Keterbatasan ruang di atas tanah; dan/atau
  4. Daerah dengan ketinggian permukaan tanah minimal di  atas 10 m di atas permukaan laut dengan luas lahan terbatas.
Konstruksi
  1. Membuat saluran air (PVC) dari talang bangunan ke dalam kolam pengumpul air hujan;
  2. Membuat kolam pengumpul air hujan dari beton, batu bata,  atau bak fiber/aluminium dilengkapi dengan saluran  pelimpasan keluar dari kolam pengumpul air hujan. Apabila  kolam pengumpul tersebut dimanfaatkan untuk keperluan  sehari-hari maka dapat dilengkapi dengan pompa air yang diletakkan pada permukaan tanah; dan
  3. Membuat penutup kolam pengumpul air hujan.

Pemeliharaan
  1. Membersihkan talang dari kotoran seperti ranting, dedaunan agar tidak tersumbat; dan/atau
  2. Melakukan analisis laboratorium untuk mengetahui kualitas air di dalam kolam pengumpul air (bila perlu).



 Kebutuhan Jumlah Kolam Pengumpul Air Hujan
Jumlah Unit Kolam Pengumpul Air Hujan yang Diperlukan Berdasarkan Luas Tutupan Bangunan







KESIMPULAN
Untuk memenuhi permintaan air yang persediaannya semakin terbatas, diperlukan upaya konservasi air. Memanfaatkan air hujan merupakan salah satu metode konservasi air yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rumah tangga. Upaya konservasi air memerlukan komitmen dari semua pihak terhadap isu keberlanjutan air. Apabila memanen air hujan dipraktekkan secara berkesinambungan akan dapat membantu memelihara keberlanjutan air dan keberlanjutan lingkungan sebagai pendukung perikehidupan generasi sekarang dan yang akan datang





PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat, semoga proposal ini bermanfaat untuk menambah kinerja suatu kuliah. Kami sadari bahwa dalam pembuatan proposal ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis membutuhkan kritik dan saran yang membangun guna hasil yang baik di kedepannya.





DAFTAR PUSTAKA

-         http://google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar